lamp

Centos 7 LAMPP stack

Assalamualaikum.

Pada tulisan kali ini saya akan membahas tentang Linux LAMP Stack. Banyak yang bertanya pada saya “Mas kalau mau belajar libux mulai dari mana ya?”. Pertanyaan semacam ini sering sekali saya dapatkan ketika berkumpul dengan adek angkatan. Terus terang saya bingung karena di Lab kampus UII pasti sudah ada praktikum system operasi dan itu berbasis linux. Oleh karena itu saya selalu menyarankan untuk mencoba membuat LAMP Stack ini untuk pengenalan belajar linux. LAMP Stack ini mudah untuk dipelajari dan dipahami. Pada tulisan sebelum nya saya sempat membahas centos web panel (CWP) dimana sebenarnya dibelakang control panel semacam CWP ini juga adalah LAMP stack namun sudah di bundle dengan fitur-fitur yang lebih komplit dan ditambah control panel agar lebih mudah digunakan oleh user.

Sebelum kita melakukan instalasi dan lain sebagainya ada baiknya kita mengenal dulu apa itu LAMP stack. LAMP sendiri adalah singkatan dari beberapa aplikasi yang akan kita gunakan yaitu LINUX APACHE MYSL PHP/Python/Perl.

” LAMP stack is a popular open source web platform commonly used to run dynamic web sites and servers. It includes Linux, Apache, MySQL, and PHP/Python/Perl and is considered by many the platform of choice for development and deployment of high performance web applications which require a solid and reliable foundation. ” sumber https://www.turnkeylinux.org/lampstack

Nah, dari definisi diatas maka sudah jelas apa saya yang akan kita install dan konfigurasikan. Untuk tulisan kali ini saya menggunakan centos7 sebagai operating system dan berjalan di VPS saya. Dan untuk langkah instalasi akan saya pecah menjadi tab-tab dibawah ini

Cara paling mudah untuk installasi Apache ini ada menggunakan perintah YUM.

# yum install httpd

…….
Install  1 Package (+5 Dependent packages)

Total download size: 24 M
Installed size: 31 M
Is this ok [y/d/N]: y

…….

setelah proses instalasi ini selesai, selanjutnya kita jalankan service httpd dengan command

# systemctl start httpd.service

Setelah service httd berjalan kita bisa test apakah benar-benar sudah berjalan atau belum dengan membuka browser dan masukkan alamat URL dengan  IP server kalian. semisal 192.168.1.1. Jika service sudah berjalan maka akan ada tulisan seperti dibawah ini.

“Testing 123..

This page is used to test the proper operation of the Apache HTTP server after it has been installed. If you can read this page it means that this site is working properly. This server is powered by CentOS.”

Owh iya, jangan lupa untuk set start on boot service. Lucu kan kalau setiap server reboot kita harus manual menjalankan httpd service agar webservice kita berjalan? Maka jalankan perintah dibawah ini untuk setup startup service

# systemctl enable httpd.service

Created symlink from /etc/systemd/system/multi-user.target.wants/httpd.service to /usr/lib/systemd/system/httpd.service.

Sekedar tips untuk centos7 ini karena tidak adanya fungsi ifconfig secara default, kita bisa menggunakan perintah dibawah ini untuk melihat IP server kita. Just in case kita menggunakan dhcp setting untuk testing.

# ip addr

1: lo: <LOOPBACK,UP,LOWER_UP> mtu 65536 qdisc noqueue state UNKNOWN
link/loopback 00:00:00:00:00:00 brd 00:00:00:00:00:00
inet 127.0.0.1/8 scope host lo
inet6 ::1/128 scope host
valid_lft forever preferred_lft forever
2: venet0: <BROADCAST,POINTOPOINT,NOARP,UP,LOWER_UP> mtu 1500 qdisc noqueue state UNKNOWN
link/void
inet 127.0.0.1/32 scope host venet0
inet 103.xxx.xxx.xxx/32 brd 103.xxx.xxx.xxx scope global venet0:0

Pada bagian ini selesai sudah instalasi apache service.

Setelah kita melakukan instalasi webserver maka hal selanjutnya yang akan kita lakukan adalah instalasi database server. Kalau website atau aplikasi web kalian hanya berbasis konten statis maka database server ini bisa di skip kalau memang tidak terlalu membutuhkan. Tetapi jalan sekarang jarang banget website cuman html doank atau static php. ^^a. Ok kita akan menggunakan mariaDB untuk database server. MariaDB ini menggantikan MySQL di centos7 and by the way MariaDB ini community-developed fork nya MySQL so untuk command nya tidak terlalu banyak yang beda. Untuk yang tanya kenapa MariaDB? Bukan MySQL lagi? Kalian bisa mengunjungi URL admin-magazine.com / seravo.fi / mariadb.com.

Ok kita lanjut ke instalasi. Kita menggunakan perintah YUM lagi untuk melakukan instalasi MariaDB ini.

# yum install mariadb-server mariadb

…..
Install  2 Packages (+8 Dependent packages)
Upgrade             ( 1 Dependent package)

Total download size: 22 M
Is this ok [y/d/N]: y
……

Setelah instalasi selesai jangan lupa jalankan database servernya dan jalankan setup pada mariadb

# systemctl start mariadb
# mysql_secure_installation

/usr/bin/mysql_secure_installation: line 379: find_mysql_client: command not found

NOTE: RUNNING ALL PARTS OF THIS SCRIPT IS RECOMMENDED FOR ALL MariaDB
SERVERS IN PRODUCTION USE!  PLEASE READ EACH STEP CAREFULLY!

In order to log into MariaDB to secure it, we’ll need the current
password for the root user.  If you’ve just installed MariaDB, and
you haven’t set the root password yet, the password will be blank,
so you should just press enter here.

Enter current password for root (enter for none): *tekan enter saja*
OK, successfully used password, moving on…

Setting the root password ensures that nobody can log into the MariaDB
root user without the proper authorisation.

Set root password? [Y/n] y
New password: *masukkan password baru*
Re-enter new password: *masukkan password baru*
Password updated successfully!
Reloading privilege tables..
… Success!

By default, a MariaDB installation has an anonymous user, allowing anyone
to log into MariaDB without having to have a user account created for
them.  This is intended only for testing, and to make the installation
go a bit smoother.  You should remove them before moving into a
production environment.

Remove anonymous users? [Y/n]
… Success!

Normally, root should only be allowed to connect from ‘localhost’.  This
ensures that someone cannot guess at the root password from the network.

Disallow root login remotely? [Y/n]
… Success!

By default, MariaDB comes with a database named ‘test’ that anyone can
access.  This is also intended only for testing, and should be removed
before moving into a production environment.

Remove test database and access to it? [Y/n]
– Dropping test database…
… Success!
– Removing privileges on test database…
… Success!

Reloading the privilege tables will ensure that all changes made so far
will take effect immediately.

Reload privilege tables now? [Y/n]
… Success!

Cleaning up…

All done!  If you’ve completed all of the above steps, your MariaDB
installation should now be secure.

Thanks for using MariaDB!

Tampilan diatas adalah setup dari mariadb. Kalau memang fresh installation saya biasanya hanya setup password dan isi “Y” semua ^^a. Pada bagian ini selesai sudah instalasi database server dan siap digunakan.

Ok pada bagian ini kita akan melakukan instalasi bagian “P” bisa PHP, bisa Python, bisa Perl. Terserah mau diinstall semua juga boleh ^^. Pada bagian ini saya mengambil instalasi yang perlu terlebih dahulu yaitu PHP. Komponen dasar dari webserver ini untuk mensupport dynamic content. Dan kita menggunakan yum lagi untuk instalasinya.

# yum install php php-mysql

….
Install  2 Packages (+4 Dependent packages)

Total download size: 4.9 M
Installed size: 17 M
Is this ok [y/d/N]: y
….

Setelah selesai instalasi jangan lupa reboot servicenya.

# systemctl restart httpd.service

Nah ini sebenarnya sudah selesai sih. Untuk instalasi PHP module kalian juga bisa menggunakan YUM jika module tersebut sudah berada di dalam repository. Kalau belum ada ya kita harus compile manual dan kita load ke dalam web server setting. Kita bisa menggunakan command dibawah ini untuk melihat php module apa aja sih yang ada di repository bawaan centos7?

# yum search php-

Saat nya melakukan testing semua yang sudah kita kerjakan diatas. Caranya dengan membuat file yang bisa diakes dari url kita. By default, root direktori dari apache adalah /var/www/html/. Nah kita buat sebuah file dan kita tulis sesuatu di dalamnya. Kita coba bikin file phpinfo.php didalam direktori /var/www/html/

# vi /var/www/html/phpinfo.php

dan kita isi dengan script <?php phpinfo(); ?> kemudian save. Langkah selanjutnya adalah masuk ke browser kalian dan ketikkan IP server kalian dan tambahkan /phpinfo.php dibelakangnya sehingga file yang sudah kita buat tadi kita panggil. Hasilnya akan seperti dibawah ini.

Direktori /var/www/html/ bisa kalian isi apa saja terserah kok tergantung applikasi apa yang mau kalian bikin. Ok! Selesai sudah tutorial linux LAMP nya. Sebagain tambahan untuk upload file ke /var/www/html/ kalian bisa menggunakan SFTP karena kita belum install FTP didalam server ini (Btw saya ndak suka pakai FTP sih ^^v) dan untuk manajemen database kita bisa install phpmyadmin atau menggunakan 3rd party software semacam “toad for mysql”.

Ok, Sekian dulu tulisan saya. Kalau ada saran dan kritik monggo dikirimkan ke nashihunamien[at]nash-notes.com.

Terima Kasih. Wassalamualaikum n pareng~

nash-notesLinux, PracticeApril 21, 20160 comments0 centos, centos 7, lampp, linux, newbie linux.

Hey, like this post? Why not share it with a buddy?

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *